30 Desember, 2010

Efek Toksik Pb (Timbal), Hg (Hydrargycum), dan Cr (Kromium)

1.    Pb (Timbal)

Timbal adalah logam yang berwarna abu-abu kebiruan dengan rapatan yang tinggi (11,48 g mL-1pada suhu kamar). Timbal mudah larut dalam asam nitrat yang memiliki kepekatan sedang (8M). Timbal banyak digunakan dalam berbagai keperluan. Penggunaan timbal terbesar adalah dalam produksi baterei penyimpan untuk mobil. Selain itu digunakan untuk produk-produk logam seperti amunisi, pelapis kabel, pelapis wadah makanan, pipa, solder, dan bahan pewarna cat. Timbal sangat berbahaya pengaruhnya terhadap manusia karena sifat akumulatifnya. Timbal merupakan racun yang menyerang jaringan syaraf. Timbal bisa merusak pertumbuhan otak pada anak-anak, sehingga dampaknya bisa menurunkan tingkat kecerdasan. Selain itu timbal sebagai salah satu komponen polutan udara yang mempunyai efek toksik yang luas pada manusia dan hewan dengan mengganggu fungsi ginjal, saluran pencernaan, dan menurunkan fertilitas. 1

Luasnya penyebaran unsur Pb di alam sebagian besar disebabkan oleh limbah kendaraan bermotor. Unsur ini mengalami peningkatan ketika melibatkan atmosfir dan kemudian mencemari tanah serta tanaman. Di daerah padat penduduk (urban), anak-anak menyerap lebih banyak Pb daripada orang dewasa; terutama pada mereka yang kekurangan gizi dan mempunyai perilaku mengkomsumsi makanan tidak bersih atau berdebu, yang dapat mengandung beberapa ribu ppm (1.000 – 3.000 μg Pb/kg). Di London Barat, banyak anak-anak teridentifikasi menderita keracunan akut oleh Pb. 2

Mengacu kepada kejadian diatas, maka disperse unsur Pb dapat juga terjadi akibat pembuangan tailing dari usaha pertambangan logam. Hal ini harus diwaspadai karena dapat mencemari lingkungan dengan akibat timbulnya berbagai penyakit berbahaya atau bahkan kematian. Dampak lebih jauh dari keracunan Pb adalah dapat menyebabkan hipertensi dan salah satu faktor penyebab penyakit hati. Ketika unsur ini mengikat kuat sejumlah molekul asam amino, haemoglobin, enzim, RNA, dan DNA; maka akan mengganggu saluran metabolik dalam tubuh. Keracunan Pb dapat juga mengakibatkan gangguan sintesis darah, hipertensi, hiperaktivitas, dan kerusakan otak. 2

 

2.    Hg (Hydrargycum)

Pada dasarnya, merkuri/raksa (Hg) adalah unsur logam yang sangat penting dalam teknologi di abad modern saat ini. Merkuri adalah unsure atom yang mempunyai nomor atom (NA=80) serta mempunyai massa molekul relative (MR=200,59). Merkuri diberikan symbol Hg yang merupakan singkatan yang berasal bahasa Yunani Hydrargycum, yang berarti cairan perak. Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperature kamar (25oC), titik bekunya paling rendah (-39oC), mempunyai kecenderungan menguap paling besar, mudah bercampur dengan logam-logam lain menjadi logam campuran (Amalgam/Alloi), juga dapat mengalirkan arus listrik sebagai konduktor, baik tegangan arus listrik tinggi maupun tegangan arus listrik rendah.3

Semua komponen merkuri, baik dalam bentuk metal dan bentuk alkil yang masuk ke dalam tubuh manusia secara terus-menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal.3

Ion merkuri menyebabkan pengaruh toksik, karena terjadinya proses presipitasi protein menghambat aktivitas enzim dan bertindak sebagai bahan yang korosif. Merkuri juga terikat oleh gugus sulfhidril, fosforil, karboksil, amida, dan amina, dimana dalam gugus tersebut amina dapat menghambat fungsi enzim.3

Uap Hg yang murni merupakan permasalahan toksikologi yang unik, karena elemen Hg ini mempunyai dua sifat toksisitas yang sangat berbahaya bagi manusia, antara lain:

1.    Elemen Hg dapat menembus membrane sel karena ia mempunyai sifat mudah sekali larut dalam lipida, sehingga mudah menembus barier darah otak yang akhirnya terakumulasi di dalam otak.

2.    Elemen Hg sangat mudah teroksidasi untuk membentuk merkuri oksida (HgO) atau ion merkuri (Hg2+). Toksisitaskronik dari kedua bentuk merkuri ini akan berpengaruh pada jenis organ yang berbeda, yaitu syaraf (otak) dan ginjal.3

            Toksisitas uap merkuri melalui saluran pernapasan (inhalasi), biasanya menyerang system syaraf pusat, sedangkan toksisitas kronik yang ditimbulkannya dapat menyerang ginjal. Elemen merkuri dan komponen alkil merkuri yang masuk ke dalam otak akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur protein dan system enzim, sehingga sipnotik dan transmisi neuromuskuler diblok.3

Merkuri, terutama dalam bentuk methylmercury, sangat beracun untuk manusia. Embrio manusia, janin, balita, dan anak-anak sangat rentan karena merkuri mengganggu perkembangan syaraf. Ketika seorang ibu hamil atau seorang wanita dalam usia produktif memakan makanan yang terkontaminasi dengan methylmercury, zat beracun mengalir melalui plasenta dan terpapar ke janin. Studi menunjukkan bahwa konsentrasi methylmercury dalam janin lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalam tubuh sang ibu.4

 

3.          Cd (Kadmium)

Kadmium merupakan hasil sampingan dari pengolahan bijih logam seng (Zn), yang digunakan sebagai pengganti seng. Unsur ini bersifat lentur, tahan terhadap tekanan, memiliki titik lebur rendah serta dapat dimanfaatkan untuk pencampur logam lain seperti nikel, perak, tembaga, dan besi. Senyawa kadmium juga digunakan bahan kimia, bahan fotografi, pembuatan tabung TV, cat, karet, sabun, kembang api, percetakan tekstil dan pigmen untuk gelas dan email gigi.2

Dari suatu usaha pertambangan Pb – Zn di Jepang, terdeteksi bukan saja pencemaran secara luas terhadap udara yang disebabkan asap dari pabrik peleburan, tetapi juga terhadap air yang disebabkan oleh pembuangan sedimen dan limbah mengandung Cd. Meluapnya sungai yang tercemar unsur Cd dan menggenangi daerah pesawahan akan berlanjut dengan terserapnya unsur tersebut oleh tanaman padi. Terdeteksi bahwa kandungan Cd dalam padi mencapai > 3,4 μg Cd/kg, yang menunjukkan telah melampaui nilai ambang batas sehingga dianggap bahwa tanaman padi tersebut tercemar unsure Cd.2

Di Jepang telah terjadi keracunan oleh Cd, yang menyebabkan penyakit lumbago yang berlanjut ke arah kerusakan tulang dengan akibat melunak dan retaknya tulang. Organ tubuh yang menjadi sasaran keracunan Cd adalah ginjal dan hati, apabila kandungan mencapai 200 μg Cd/gram (berat basah) dalam cortex ginjal yang akan mengakibatkan kegagalan ginjal dan berakhir pada kematian. Korban terutama terjadi pada wanita pascamonopause yang kekurangan gizi, kekurangan vitamin D dan kalsium. Penimbunan Cd dalam tubuh mengalami peningkatan sesuai usia yaitu paruh-umur dalam tubuh pada kisaran 20 – 30 tahun.2

 

REFERENSI

1Anonim, 2010. Timbal. Diunduh dari http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-7186-1402100045-bab1.pdf pada tanggal 17 Desember 2010

2Herman, Danny. 2006. Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar Arsen (As), Merkuri (Hg), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd)

dari sisa pengolahan bijih logam.  Diunduh dari http://www.bgl.esdm.go.id/dmdocuments/jurnal20060105.pdf pada tanggal 17 Desember 2010

3Alfian, Zul. 2006. Merkuri: Antara Manfaat dan Efek Penggunaannya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/708/1/08E00123.pdf pada tanggal 17 Desember 2010

4Anonim.2009. Pandangan IPEN terhadap Perjanjian Global tentang Merkuri. Diunduh dari http://www.ipen.org/ipenweb/work/mercury/ipenviews_mercurytreaty_indonesian.pdf pada tanggal 17 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar