23 Februari, 2011

Kerja Keras itu Ibadah

            Bekerja keras, sejatinya adalah bagian dari ibadah kepadaNya. Bekerja keras merupakan salah satu sunnah Nabi. Orang yang bekerja keras demi kelangsungan hidup diri sendiri dan keluarga, bukan semata-mata mengais pundi-pundi uang, tapi juga tengah melakoni titah Ilahi dan saran Rasul yang mulia. Dan hal tersebut tentunya bernilai pahala.

            Dan setiap mereka mendapatkan derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan”(QS. Al Ahqaaf(46):19)

            Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Al An’aam”132)

            Maka tak aneh, bila Nabi dan istrinya, Khadijah, kelak menjadi pengusaha yang sukses. Semua itu bukan semata-mata bekerja. Tapi diniatkan sebagai ibadah. Mereka berdua bahu-membahu menjalin kerjasama bisnis yang apik. Mereka berdua bekerja keras dalam berbisnis. Hal inilah yang kemudian ditiru dan digugu para sahabat Nabi.

            Sejarah mencatat banyak sekali sahabat Rasullulah yang kemudian terkenal sukses sebagai pengusaha muslim. Abu Bakar, Abdurrahman bin Auf, Ustman bin Affan, dan lain-lainnya adalah nama-nama yang lekat dengan kesuksesan.

            Tips Bekerja keras:

1.      Niatkan yang Kuat dan Lurus

Tanamkanlah di dalam lubuk hati bahwa bekerja keras bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain, keluarga, dan lain-lainnya. Niat yang baik adalah separuh dari keberhasilan dari kerja keras yang telah kita lakukan. Niatkan kerja keras kita sebagai implementasi mengikuti titahNya.

2.      Mulailah dari Hal-Hal Kecil yang Kita Sukai

3.      “Ibda binafsik” (Mulailah dari diri sendiri)

Demikian kata pepatah bijak Arab. Karena itulah segala hal yang kita lakukan, mulailah dari diri sendiri. Bukan dari orang lain. Misalnya, jika kita seorang pimpinan perusahaan, kita mesti mencontohkan kerja yang baik kepada bawahan dari diri sendiri, bukan sekadar memerintah.

4.      Carilah Sumber-Sumber Rezeki yang Baik dan Halal

Yakni sumber rezeki yang tidak diharamkan syariat.

5.      Pantang Menyerah

Bila kegagalan menerpa diri kita sendiri, anggaplah itu sebagai salah satu ujian yang menguatkan diri kita menjadi pribadi yang kain kuat. Yang akan menjadikan pribadi yang tahan banting dan tidak cengeng. Sebab, suatu saat, kegagalan tersebut akan menjadi ilmu yang berharga bagi diri kita sendiri.

6.      Rajin Ibadah dan Berdoa

Semua yang kita cari adalah milikNya. Semua atas kehendak dan kekuasaanNya. Sukses atau tidaknya itu tergantung yang di atas. Karen aitulah, selepas bekerja keras, berdoalah kepadaNya. Mintalah secuil rahmatNya.

 

            Selama kerja keras yang kita lakukan itu baik dan bermanfaat, niscaya reward yang kita dapatkan bukanlah sekadar prestasi duniawi semata, tapi kelak akan memperoleh prestasi di akhirat yang dipertimbangkan Allah sebagai catatan amal baik. Sebab, kerja keras itu adalah ibadah. Dan kerja keras adalah salah satu tugas kita sebagai khalifah di bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar